Langsung ke konten utama

Karena Dia Cinta Sejatiku

Kamu tau kenapa aku nyaman sama dia

     Karena dia gak bawel kayak kamu

      Karena dia gak ikut ngomong saat aku bicara

       Karena dia gak ngomel terus kayak kamu

        Karena dia gak marah gak jelas tiap waktu

         Karena dia gak pake emosi saat menyelesaikan masalah

          Karena dia mengajakku duduk berdua untuk membincangkan hari ini

           Karena dia mendengarkan saat aku bercerita

            Karena dia menjawab saat aku bertanya

             Karena dia mengajakku tertawa saat aku bersedih

              Karena dia memilih ikut tersenyum bersamaku meski dia sedang menangis

               Karena dia tidak menuntut aku harus selalu di sampingnya

                Karena dia tidak mengharuskan aku selalu menuruti apa maunya

                 Karena dia gak cemburuan konyol kayak kamu

                  Karena dia gak seenaknya nglarang aku pergi sama temenku

                   Karena dia gak menuntut perhatianku yang berlebih

                    Karena dia mengerti apa yang aku mau

                     Karena dia tau apa yang aku ingin

                      Karena dia cinta sejatiku

Bukan kamu, meski pun kamu kekasihku

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalanan Awal

Aku bukan ketiga dari rentangmu dengan dia Kau sendiri bukan pelarian dari kisahku yang berakhir Jika memang aku teman hidupmu Lantas mengapa berlama menautkan hati kita Mengapa harus bertemu dan berkasih dengan hati yang dulu Sedang kau begitu setia menjaga rasa Di antara raguku yang menyergap di awal Dengan sombong, ku cegah pedulimu meluluhkan angkuh Ku batasi rasa rinduku agar tak kerap wajah kita beradu Dan kau memenangkan segala kelebihanku Dengan menyapa kekuranganku penuh hangat Hai pria yang kini bersamaku Mari eratkan genggaman Karena kita tak pernah tau Kapan godaan dan ujian menghampiri Sekedar mampir atau ingin memporakporandakan Kepada teman hidupku yang tetap bertahan Terimakasih telah membuatku juga bertahan Kecup dan pelukku untukmu tertanda, Perempuan yang selalu menjadi teman tidurmu

yuda tucal tucil

Pria Yang Tak Lagi Setia

Senyummu mengembang, lebar Rona bahagia tersurat dari wajah wanita paruh baya Menyaksikan anak laki-lakinya mengucap akad Berjanji menjadi imam bagi wanita di sepanjang nyawa Foto pernikahanmu tercetak lebar menggantung di dinding Kebaya putih yang dipakai mempelaimu masih terlihat bersih Tapi mengapa ragu ikut pula menggantung di salah satu sisi hatimu Menyesalkan sikap seorang perempuan yang tak bisa menghargaimu sebagai pria Senyummu mengembang, meski hanya di sudut Bercerita tentang kehidupanmu yang bahagia dengan wanita dan seorang putra Wanita paruh baya yang dulu bahagia, masih membawa rona yang sama Meski di dalam kekhusyukan doa, melepas segala tangis,      karena anak laki-lakinya berdusta Senyum yang selalu diperlihatkan kepada puluhan pasang mata,      hanya topeng menutup berjuta amarah Tangis yang hanya terpenjara dalam diam, saksi hatimu telah hancur Kau pulang, tapi jiwamu melayang dalam dunia berlainan Berlarian mengejar kisah yang penuh ke...