Langsung ke konten utama

Perjalanan Awal

Aku bukan ketiga dari rentangmu dengan dia
Kau sendiri bukan pelarian dari kisahku yang berakhir

Jika memang aku teman hidupmu
Lantas mengapa berlama menautkan hati kita
Mengapa harus bertemu dan berkasih dengan hati yang dulu

Sedang kau begitu setia menjaga rasa
Di antara raguku yang menyergap di awal

Dengan sombong, ku cegah pedulimu meluluhkan angkuh
Ku batasi rasa rinduku agar tak kerap wajah kita beradu

Dan kau memenangkan segala kelebihanku
Dengan menyapa kekuranganku penuh hangat

Hai pria yang kini bersamaku
Mari eratkan genggaman

Karena kita tak pernah tau
Kapan godaan dan ujian menghampiri
Sekedar mampir atau ingin memporakporandakan

Kepada teman hidupku yang tetap bertahan
Terimakasih telah membuatku juga bertahan

Kecup dan pelukku untukmu

tertanda,
Perempuan yang selalu menjadi teman tidurmu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pria Yang Tak Lagi Setia

Senyummu mengembang, lebar Rona bahagia tersurat dari wajah wanita paruh baya Menyaksikan anak laki-lakinya mengucap akad Berjanji menjadi imam bagi wanita di sepanjang nyawa Foto pernikahanmu tercetak lebar menggantung di dinding Kebaya putih yang dipakai mempelaimu masih terlihat bersih Tapi mengapa ragu ikut pula menggantung di salah satu sisi hatimu Menyesalkan sikap seorang perempuan yang tak bisa menghargaimu sebagai pria Senyummu mengembang, meski hanya di sudut Bercerita tentang kehidupanmu yang bahagia dengan wanita dan seorang putra Wanita paruh baya yang dulu bahagia, masih membawa rona yang sama Meski di dalam kekhusyukan doa, melepas segala tangis,      karena anak laki-lakinya berdusta Senyum yang selalu diperlihatkan kepada puluhan pasang mata,      hanya topeng menutup berjuta amarah Tangis yang hanya terpenjara dalam diam, saksi hatimu telah hancur Kau pulang, tapi jiwamu melayang dalam dunia berlainan Berlarian mengejar kisah yang penuh ke...

Kisah Istri dan Suami yang Tak Lagi Bersama

Pernah sekali waktu dulu, Seorang perempuan bernama istri menghubungiku Berkata aku ini mengganggu lelakinya yang bernama suami Sedangkan lelaki itu, pun aku tak ada mesra Lalu ku tanyakan kepada si istri Apa yang sudah ku lakukan, Yang tak dia lakukan kepada si suami Mulutnya diam, otaknya bungkam Setelah itu tak pernah lagi si istri menghubungiku Dan ku dengar kabar, istri dan suami ini berpisah Mudah sekali mereka memisahkan diri Padahal rumit jalan yang tertempuh Untuk mengubah dua menjadi satu Hai suami yang ditinggalkan Apa kabar hatimu yang disangka berdusta Padahal perempuan yang kini kau sebut mantan istri itu Yang memainkan cinta dan percayamu dengan lelaki lain,      yang dia menyebutnya hanya teman Sudah kosongkah ruang yang terluka itu ? Bolehkah jika perempuan bernama aku Mengetuk lagi, hatimu perlahan Sekedar mengulang cerita-cerita lalu Ketika kita bersama dengan judul teman lama Iya, aku yang mengharapmu dulu Ingin menumbuhkan kembali ingin itu Dan kali i...