Langsung ke konten utama

Perjalanan Awal

Aku bukan ketiga dari rentangmu dengan dia
Kau sendiri bukan pelarian dari kisahku yang berakhir

Jika memang aku teman hidupmu
Lantas mengapa berlama menautkan hati kita
Mengapa harus bertemu dan berkasih dengan hati yang dulu

Sedang kau begitu setia menjaga rasa
Di antara raguku yang menyergap di awal

Dengan sombong, ku cegah pedulimu meluluhkan angkuh
Ku batasi rasa rinduku agar tak kerap wajah kita beradu

Dan kau memenangkan segala kelebihanku
Dengan menyapa kekuranganku penuh hangat

Hai pria yang kini bersamaku
Mari eratkan genggaman

Karena kita tak pernah tau
Kapan godaan dan ujian menghampiri
Sekedar mampir atau ingin memporakporandakan

Kepada teman hidupku yang tetap bertahan
Terimakasih telah membuatku juga bertahan

Kecup dan pelukku untukmu

tertanda,
Perempuan yang selalu menjadi teman tidurmu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

akulah sang mantan !

kau bertanya seberapa aku dekat dengan kekasihmu ku jawab seperti ini, aku dan dia memang tak pernah sedekat ketika kau bersandar di pundaknya aku dan dia memang tak seserasi ketika tangannya menggenggam tanganmu aku dan dia memang tak pernah seintim ketika dia mencumbu mesra bibirmu aku dan dia memang tak seteduh saat matamu memandang wajahnya tapi pernahkah kau tau, aku dan dia saling merindukan, bahkan untuk rindu yang tak pernah tersampaikan kata aku dan dia saling mengingatkan, mengingat bahwa kisah kita adalah rahasia kita aku dan dia saling berharap, akan ada satu waktu, kita bersama meski tak lama aku dan dia saling menunggu, saat di mana kita mengungkapkan rindu dalam pelukan, berbagi rahasia lewat kecupan, dan saling menggenggam saat berpandangan entah kapan itu, tapi aku dan dia masih sabar menunggu ribuan jarak memisahkan kita, tapi percikan rasa menyulut berjuta kenangan yang sudah terlewat tapi tak akan pernah terlupakan

Perempuan Pujaan

mungkin karena merindukanmu atau mungkin karena terlalu merindukanmu aku hanya diam atau berdiam dalam diam aku merindukanmu dalam diam terlalu merindukanmu dalam keterdiaman sedang kau, bisa saja dengan yang lain dengan lelaki yang tak hanya diam dalam diamku, aku mengkhawatirkanmu dalam diamku, aku mendoakanmu dalam tawamu, mereka menggodamu dalam tawamu, mereka hanya ingin mencumbumu semoga kau tau, mengapa aku diam aku terlalu takut menyentuhmu takut menyakitimu dan dalam diamlah, aku bisa leluasa mencintaimu perempuan pujaanku