Langsung ke konten utama

cinta

Ada yang pernah bilang ke gue,, cinta itu sabar..cinta itu lembut..cinta itu harus tahan menderita. Awalnya gue manggut" aja nurut! Tapi setelah lama gue pikir lagi.. ternyata ada yang salah sama pernyataan itu.
Emang sih..cinta itu kudu bisa nerima kelebihan dan kekurangan pasangannya. Tapi gak kudu tahan menderita juga kalee.
Yah..meski gue pernah ngrasain itu juga. Inti yang lebih penting adalah ikhlas. Ini yang sampe sekarang gue belom bisa! Susah gila deh!
Kadang sesuatu yang kita liat gak bagus buat suatu hubungan malah bisa jadi jawaban dari semua pertanyaan. Susah juga sih dijelasinnya, tapi yang pasti kalo cinta harus tahan menderita itu gue gak setuju banget!
Cinta itu harus bareng saat seneng ato susah. Gak cuma pas tebel dompet aja sayangnya! Hwahaha...
Nah di saat susah itu harusnya tetep bertahan ngadepin masalah bareng! Mungkin itu yang dimaksud cinta harus tahan menderita!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalanan Awal

Aku bukan ketiga dari rentangmu dengan dia Kau sendiri bukan pelarian dari kisahku yang berakhir Jika memang aku teman hidupmu Lantas mengapa berlama menautkan hati kita Mengapa harus bertemu dan berkasih dengan hati yang dulu Sedang kau begitu setia menjaga rasa Di antara raguku yang menyergap di awal Dengan sombong, ku cegah pedulimu meluluhkan angkuh Ku batasi rasa rinduku agar tak kerap wajah kita beradu Dan kau memenangkan segala kelebihanku Dengan menyapa kekuranganku penuh hangat Hai pria yang kini bersamaku Mari eratkan genggaman Karena kita tak pernah tau Kapan godaan dan ujian menghampiri Sekedar mampir atau ingin memporakporandakan Kepada teman hidupku yang tetap bertahan Terimakasih telah membuatku juga bertahan Kecup dan pelukku untukmu tertanda, Perempuan yang selalu menjadi teman tidurmu

yuda tucal tucil

Pria Yang Tak Lagi Setia

Senyummu mengembang, lebar Rona bahagia tersurat dari wajah wanita paruh baya Menyaksikan anak laki-lakinya mengucap akad Berjanji menjadi imam bagi wanita di sepanjang nyawa Foto pernikahanmu tercetak lebar menggantung di dinding Kebaya putih yang dipakai mempelaimu masih terlihat bersih Tapi mengapa ragu ikut pula menggantung di salah satu sisi hatimu Menyesalkan sikap seorang perempuan yang tak bisa menghargaimu sebagai pria Senyummu mengembang, meski hanya di sudut Bercerita tentang kehidupanmu yang bahagia dengan wanita dan seorang putra Wanita paruh baya yang dulu bahagia, masih membawa rona yang sama Meski di dalam kekhusyukan doa, melepas segala tangis,      karena anak laki-lakinya berdusta Senyum yang selalu diperlihatkan kepada puluhan pasang mata,      hanya topeng menutup berjuta amarah Tangis yang hanya terpenjara dalam diam, saksi hatimu telah hancur Kau pulang, tapi jiwamu melayang dalam dunia berlainan Berlarian mengejar kisah yang penuh ke...