Langsung ke konten utama

Postingan

Menikmati Kesalahan

       perlahan, sentuhanmu terasa di ragaku kita telah banyak bertukar kata sudah jauh saling bercerita kita juga telah saling menatap mata tapi tak secepat itu kita bisa saling menyapa bertegur mengucap nama, namamu, namaku kita tak saling kenal, tapi seperti telah lama berkawan hingga aku terlelap di bahumu dan aroma green tea yang melekat di tubuhmu, seakan asap yang mengganggu nyenyakku kita lalu seperti seiya meski tanpa berkata kita seakan bercerita walau hanya saling memandang        dan sentuhanmu semakin mengena di jantungku kau renyah menikmati candaku kau peduli pada keping ceritaku kau iringi hariku dengan senyummu        lalu semakin erat kau menggenggam hatiku seakan tak ingin melepaskanku, meski sejenak padahal kau tau, ada seorang wanita yang menantimu pulang kau sadar kita tak mungkin bersama untuk selamanya dan beginilah kita saat ini hanya bisa menikmati waktu saat kita...

Aku Pinjam Cinta Kekasihmu

Kau mungkin hanya tau, namanya. Tapi apakah kau tau, siapa yang ada di hatinya, di pikirannya. Kau mungkin ada di pikirannya, tapi, di hatinya tak ada nama lain selain namaku. Kau tau mengapa bisa seperti itu ? Karena aku cinta pertamanya. Karena bibirku, yang pertama disentuh bibirnya. Karena nafasku, yang pertama terdesah di telinganya. Karena leherku, yang pertama diciumnya. Kau yakin dia bisa melupakan itu semua ? Dia karya Tuhan yang begitu apik . Setiap jengkal tubuhnya membuatku gila. Membuatku ketagihan. Sentuhan-sentuhan jemarinya di ragaku, gesekan tubuhnya dan tubuhku, seakan kenikmatan yang tak akan pernah usai. Dan kau harap, dia bisa melupakan semua itu ? Dia milikmu. Kau bisa mengecup bibirnya kapan pun kau mau. Kau bisa mendesahkan lenguhanmu di telinganya. Kau bisa menjerit saat gesekan-gesekan yang berirama sedang intim. Kau bisa menelanjanginya sesuka nafsumu. Tapi kau tak bisa melarang, saat cintanya memendam rindu yang melumpuhkan logika. Nona, aku pinja...

Bahagiaku, Melihatmu Bahagia Melihatku

sudah ribuan detik berlalu sejak kau terjatuh dalam cinta yang terlewat tangismu seolah kesedihan tanpa kebahagiaan karena seorang wanita di sana, yang meninggalkan setiamu untuk cinta yang menjanjikan kebahagiaan dan kau berubah, saat kau memandangku, tak lagi setajam dulu tatapmu lembut saat kau melewatiku, tak lagi sediam dulu kau hangat menyapa namaku senyummu mempesonaku yang memang sudah sejak lama mengagumimu ohh Tuhan.. sungguh aku tak pernah sesakit ini melihatnya tak pernah seperih ini terluka karena dia kecewa aku tak pernah meminta kepadaMu untuk menjadikan kami berjodoh aku tak ingin hadir setelah hatinya hancur biarkan kami saling menikmati sakit ini hingga kami bisa saling menyembuhkan atas setiap sayatan kekecewaan dari setiap goresan kehancuran tak harus berjodoh tetapi, jika Tuhan menjadikan kami jodoh aku hanya ingin kami saling memiliki tanpa ada kesedihan itu pun tak akan bisa karena kau memiliki masa lalu, aku memiliki kesedihan karena...

Short Pant

Saya sudah cukup nyaman memakai celana pendek, kaos, dan sandal. Selain lebih kasual, perpaduan itu memang saya banget. Santai. Enggak ribet. Dan yang terpenting adalah nyaman. Bukan berarti baju dengan model yang lain tidak membuat saya nyaman. Tapi entahlah, rasanya berbeda dengan kebanyakan orang yang memilih terlihat rapi. Rapi memang perlu. Tapi terlalu rapi, sepertinya bukan pilihan yang bagus untuk saya. Setidaknya, saya bukan manekin yang jadi korban mode orang lain. Saya tau apa yang saya inginkan. Saya bebas memilih apa yang saya pakai. Tanpa ada batasan. Tanpa perlu merasa aneh. Dan saya bertanggung jawab sepenuhnya dengan apa yang saya pakai. Orang mau berkomentar, itu hak mereka. Saya pun juga berhak untuk memilih. Mendengarkan omongan mereka atau mengabaikan ocehan mereka. Simpel kan ? Sesimpel apa yang membuat saya nyaman dalam berpakaian. Meski pun di acara resmi sekali pun, ketika saya nyaman memakai pakaian kasual, saya akan memakainya. Saya tidak suka ribe...

Yang Tak Mampu Ku Jawab

Setiap kau tanya, kapan, aku selalu bingung untuk menjawabnya Bahkan untuk sekedar mengira-ngira pun aku tak pernah mampu Tak bisa dengan jelas ku pastikan bisa menjawab dengan yakin, kapan yang kau minta Setiap kali kau bertanya dengan sungguh-sungguh, "Kapan aku bisa memilikimu sepenuhnya?" "Kapan aku bisa dengan bebas mengenalkanmu sebagai kekasihku?" "Kapan aku bisa menggandengmu, menggenggam jemarimu, menuntun langkahmu?" "Kapan aku bisa memandang matamu dari dekat?" "Kapan aku bisa menikmati aroma wewangianmu saat ku dekatkan wajahku di telingamu?" Aku hanya menunduk lemah, tak berdaya untuk berucap Lalu kau hanya tersenyum penuh harap Aku tak pernah bisa menjawabnya dengan pasti Yang bisa aku yakini, aku tak bisa menjawab setiap kapan yang kau tanyakan Karena aku miliknya Karena aku kekasihnya Karena dia yang menuntunku Karena dia lebih dekat memandangku Karena dia yang selalu mengecup ujung telingaku Karena ...

Anggaplah Aku Kesalahan Yang Harus Kau Lupakan

Aku memang tak bisa membohongi diri Begitu banyak mimpi yang pernah kita rangkai Waktu itu, kita masih berdua Saat kita bersama, belum begitu dewasa Sampai mimpi-mimpi itu harus terhenti Bukan pilihan, tapi dipaksakan Karena pikiran kita tak lagi sejalan Di pondasi keyakinan yang berbeda Entah kemana kau pergi Di mana kau ikatkan janji dengan seorang lelaki Tapi aku di sini masih sendiri Meski bukan untuk menunggu sepimu Lalu waktu seakan memihak kita Kesendirianku dan cerita patah hatimu Mengingatkan kembali tentang mimpi yang dulu terhenti Begitu cepat membakar logika Hingga aku merasa kau terlalu nyaman Menikmati jejak yang sengaja kau tapaki kembali Menenggelamkan ikrarmu dengan lelaki setia di sana Aku tak mengira akan sejauh ini merindukanmu Aku tak bisa lebih jauh dari ini, ingin memilikimu Pergilah.. kembalilah kepada pemilik hati yang menganggapmu setia Dan anggaplah aku suatu kesalahan dalam hidupmu ...