Langsung ke konten utama

GOD is GOOD

saya tau TUHAN itu baik, tapi terkadang saya tidak bisa melihat dengan cepat kebaikan TUHAN
TUHAN berencana, jauh sebelum saya merencanakan

mengapa saya terpuruk di masa lalu
itu karena TUHAN baik
mempersiapkan segala untuk saya termasuk masa lalu
agar saya bisa menghargai apa yang saya miliki di saat ini
dan menyadari bahwa kesalahan masa lalu dijadikan bahan belajar

mengapa saya tidak bisa memiliki apa yang saya inginkan
itu karena TUHAN baik
memilihkan yang paling tepat untuk saya
agar yang saya punya adalah yang terbaik untuk saya
dan menjaga dengan baik, apa yang saya punya

TUHAN itu baik
menjaga saya, meski saya berpikir TUHAN membiarkan saya terpuruk
TUHAN itu baik
memberikan anugrah untuk saya, di saat yang tepat dan di waktu yang indah
meski saya berpikir TUHAN hanya ingin menghancurkan masa depan saya
TUHAN itu baik
saat saya menulis ini, saya masih bisa melihat anak saya bermain
dan tersenyum, ketika saya memandangnya
saya masih bisa melihat suami saya yang masih pulas tertidur di minggu paginya

TUHAN itu baik
kebaikan itu ada saat kita percayakan hidup kepada TUHAN yang selalu baik

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalanan Awal

Aku bukan ketiga dari rentangmu dengan dia Kau sendiri bukan pelarian dari kisahku yang berakhir Jika memang aku teman hidupmu Lantas mengapa berlama menautkan hati kita Mengapa harus bertemu dan berkasih dengan hati yang dulu Sedang kau begitu setia menjaga rasa Di antara raguku yang menyergap di awal Dengan sombong, ku cegah pedulimu meluluhkan angkuh Ku batasi rasa rinduku agar tak kerap wajah kita beradu Dan kau memenangkan segala kelebihanku Dengan menyapa kekuranganku penuh hangat Hai pria yang kini bersamaku Mari eratkan genggaman Karena kita tak pernah tau Kapan godaan dan ujian menghampiri Sekedar mampir atau ingin memporakporandakan Kepada teman hidupku yang tetap bertahan Terimakasih telah membuatku juga bertahan Kecup dan pelukku untukmu tertanda, Perempuan yang selalu menjadi teman tidurmu

yuda tucal tucil

Pria Yang Tak Lagi Setia

Senyummu mengembang, lebar Rona bahagia tersurat dari wajah wanita paruh baya Menyaksikan anak laki-lakinya mengucap akad Berjanji menjadi imam bagi wanita di sepanjang nyawa Foto pernikahanmu tercetak lebar menggantung di dinding Kebaya putih yang dipakai mempelaimu masih terlihat bersih Tapi mengapa ragu ikut pula menggantung di salah satu sisi hatimu Menyesalkan sikap seorang perempuan yang tak bisa menghargaimu sebagai pria Senyummu mengembang, meski hanya di sudut Bercerita tentang kehidupanmu yang bahagia dengan wanita dan seorang putra Wanita paruh baya yang dulu bahagia, masih membawa rona yang sama Meski di dalam kekhusyukan doa, melepas segala tangis,      karena anak laki-lakinya berdusta Senyum yang selalu diperlihatkan kepada puluhan pasang mata,      hanya topeng menutup berjuta amarah Tangis yang hanya terpenjara dalam diam, saksi hatimu telah hancur Kau pulang, tapi jiwamu melayang dalam dunia berlainan Berlarian mengejar kisah yang penuh ke...