Langsung ke konten utama

Postingan

MADU

bagaimana harus ku jelaskan kepadamu pujaan hati yang tak ingin sedikit pun ku biarkan sendiri tapi mengertilah, bahwasannya diriku juga miliknya dia juga bidadari di hidupku, sama sepertimu aku tak mampu jika harus memilih satu di antara dua hati dan aku tak akan bisa mencari perempuan tangguh seperti kalian yang tetap mencurahkan segala kasih meski tau telah dibagi sungguh, aku ingin bisa selalu ada bersama kau di kananku, dia di kiriku tapi apa daya, seadilnya aku, kalian akan tersakiti oleh lakuku yang terus mencoba bersikap adil

hubungan tanpa (peduli) status

kau mengejarku seakan aku akan berlari tidak ! aku tidak akan beranjak sedikit pun tidak akan bergerak dari kenyamanan ini apalagi berpikir untuk  meninggalkanmu tapi mengapa aku merasa kau begitu takut takut kehilangan cinta yang aku semai di hatimu bukankah kita sudah saling memiliki dan telah berbagi, dalam segala duniawi meski kita pun tak mampu menjelaskan ikatan macam apa yang menyatukan tapi biarkan ikatannya mengerat tak usah pedulikan ujung lain di hatiku yang juga begitu kencang memeluk menjaga setianya untukku statusku memang dengan dia tapi hatiku memilihmu tak peduli orang menilai apa status ini bukan mereka yang menjalani hubungan bukan aku, bukan juga kamu, apalagi dia tapi kita berdua masihkah perlu memusingkan status jika hatimu-hatiku, mimpimu-mimpiku, asamu-asaku telah menyatu dalam hubungan indah yang kita rangkai berdua

HUJAN MALAM INI

Lalu kita merasa sama saat bercerita tentang hujan Merasa serasa ketika membahas hujan Dan malam melarutkan kenangan-kenangan lalu Yang hendak dilupakan namun masih terlalu sayang diabaikan Kemudian angin yang kelewat sepoi menghembus perlahan Merasuk ke celah kecil relung hati sepi kita Benarkah kita seirama bersama nada jatuhnya titik hujan Yang begitu riuh mendendangkan tawa Yang begitu dewasa melagukan cinta Kita hanya manusia, aku perempuan, kau lelaki Yang menyukai hujan dengan cara kita Yang menikmati hujan dengan cara berbeda Dan itulah kita, yang bersama melewatkan hujan malam ini Meski di tempat berbeda Aigghatha || 110315

-GETARAN-

Aku menyebutnya getaran Ketika senyummu menyimpul Ketika matamu berbinar saat menatap Ketika sapamu lembut saat menyebut namaku Segala gerakmu mampu menggetarkan diam dan angkuhku Suaramu mampu meruntuhkan dingin sikapku Dan kau warnai duniaku dengan berjuta cinta    yang lama menghilang dari hidupku Terimakasih, manisku Aigghatha || 240315

Sejengkal Raga

aku mulai terbiasa membuatkan segelas teh untukmu dan segelas kopi untukku selera kita memang berbeda tapi sekotak coklat menyatukan perbedaan kita dan gurauan kecil semakin mendekatkan hati yang terpisah sejengkal raga tapi entah mengapa begitu sulit menyatu aku merindukan kehadiranmu kau merindukan pelukanku dan hanya rindu yang seakan memaksa logika untuk menurut pada hati yang sedang dimabuk rasa lelaki dan perempuan bersatu dalam satu malam di hari itu dan enggan berpisah sampai hari ini lalu kemanakah akan melangkah jika kita nyaman duduk bersama, berdampingan lalu bagaimanakah menyatukan selera jika sekotak coklat tak lagi berisi akankah kau mulai mencicipi pahitnya kopi dan aku mulai mengenal nikmatnya teh entahlah.. bukankah masih ada waktu sampai sejengkal jarak menyatukan raga kita

to : Kemals

Pernah dikepoin ? Meski pun untuk hal sepele, pasti ada kan seseorang yang pengen tau banget tentang kita. Apa yang kita lakuin, apa yang mau kita perbuat. Everything -lah. Pokoknya pengen tau bingit sama setiap gerakan kita. Kalo lu tipe orang biasa, yang hidup dengan sewajarnya, jalan di jalan yang lurus tanpa tikungan, enggak banyak ini itu, alamat bakal selamat dari para tukang kepo. But , itu bukan tipe gue. Gue enggak bisa tampil biasa. Gue harus beda. Gue enggak mungkin sama kayak elu, tapi gue gak masalah, elu mau nyamain gaya gue. It means , gue trendsetter dan elu cuma follower . Hidup gue penuh dengan ide dan kreatifitas yang munculnya pun kadang enggak bisa gue prediksi. Dan kadang banyak gilanya ketimbang warasnya. Gue sangat menikmati saat kegilaan gue menjadi-jadi. Gue bakal mati gaya kalo ide gue sekedar berlabel waras. Berarti gue gak bisa menggebrak aturan yang selama ini cuma mengurung kegilaan gue. Aturan yang cuma tau, ide gue gila dan gak layak dipublikasik...

Kepada Siapa Kutujukan Rindu ?

ada gebu rindu yang entah kepada siapa mesti tertuju terselip getaran syahdu yang mengalun mendayu untuk bayukah atau biru laut yang lama tak bertemu atau untuk seorang lelaki yang merayu dengan lagu yang dengan merdu menyanyikan bait-bait cinta untukku atau biarkan rindu ini tak bertuan biarkan rindu ini berkembang biarkan tumbuh dan mengakar meski tak ku tau, siapa yang nanti kan memetik buahnya