Langsung ke konten utama

Postingan

berdua, bersama

senja kala itu terlewati dengan pelukan rindu membasuh suatu rasa tertahan, lama tak bertemu lalu kecupan-kecupan manismu membasah di bibir dekapan-dekapan mesramu menghangat di tubuh kau tak perlu pergi lagi di sini saja menghabiskan pagi dan sore menertawai kesedihan yang mungkin akan kita hadapi menangisi kebahagiaan yang terlalui bersama dan tetaplah di sini menatap bintang tersapu fajar

sekeping hati dan undangan pernikahan

sore itu ku dengar kabar tentang pernikahanmu lalu aku temukan undangan yang terselip di antara tumpukan berkas di atas meja kerja mengapa ? bukankah kita sudah berakhir tak ada lagi yang perlu diukir bahkan kehadiranku di pernikahanmu berbahagialah saja kau dengan pasanganmu tak usah pedulikan aku dan kehadiranku dan kau pun tak perlu tau bagaimana kemarin aku tertatih mencoba berdiri dan bertahan dalam sekeping hati yang kau sakiti aku sudah bahagia tegak berdiri menggandeng tangan seseorang yang bahagia melihatku bahagia

kepada lelaki yang bertanya kenapa

entah harus ku mulai dari mana menjawab pertanyaanmu kau tak mungkin tak tau bagaimana perasaanku kepadanya dulu kau pun tak mungkin tak tau seperti apa perasaanku kepadamu kini lalu kau cemburu ketika barisan kata yang tercipta yang ku tulis tentangnya kau baca dalam diammu dia pernah berarti dulu pernah menjadi bagian dalam hidupku tapi aku memilihmu untuk memilikiku saat ini perlukah ku bercerita kepada dunia tentang kita, yang sudah mereka taui atau perlukah kau genggam tanganku agar dunia paham aku ini milikmu jika kau bertanya kenapa aku menuliskan ribuan aksara itu karena dia telah menjadi masa laluku karena aku telah melepasnya karena aku telah mengikhlaskannya dan aku minta, biarkan cerita itu hanya menjadi tulisan tak perlu kau meragu tak usah takut kehilanganku karena ada aku karena aku ada di sampingmu mendampingimu love you AwS

JeRat

biar aku saja aku saja yang kembali terluka kau cukup di situ menyaksikan aku terjatuh, lalu lumpuh aku sudah terlalu sering kau sakiti hingga aku lupa caranya sembuh aku sudah begitu nyaman menghirup candu menyayangimu hingga aku lupa caranya bernafas bebas dengan inderaku tapi sekali lagi biar aku saja yang terluka kau cukup di situ di situ saja membubuhkan racun di setiap aliran logikaku dan menyaksikan aku mati perlahan dalam luka setia mencintaimu

ini hanya tentang rasa yang masih tertinggal

ini bukan tentang melepaskan ini bukan tentang ditinggalkan hanya sebuah rasa yang perlu diikhlaskan kau tau aku tak pergi kau tau aku tak pernah ingin kau lepas kau tau, aku masih di sini masih sama seperti dulu dan suatu hari nanti kau juga akan tau seseorang telah mengganti kesedihanku    dengan kebahagiaan yang perlahan namun pasti tapi kau tak perlu tau terkadang aku masih merindukanmu 2017, Maret

tentang seseorang yang (pernah) mengisi

katamu sayangmu sudah bukan buatku rindumu pun tak lagi ada untukku sedangkan aku masih belum bisa melepasmu tapi kau sudah dua kali mengganti hati perlahan aku pun coba melupakanmu menghapus jejakmu yang tertinggal kemudian dia datang mencoba mengisi hati sepi dan memberi nyaman yang membuatku tenang kenyamanan itu membuatku terbang dia mengajariku terbang membiarkan aku melihat dunia begitu luas tak hanya mengurung bebasku dalam sekotak luka sampai ada rasa yang kembali membuncah membuatku bersemangat setiap waktu perlahan, aku pun mengabaikan rasa kehilangan dulu dan perlahan, dia takut kehilanganku lalu tanpa pernah terduga, kau sampaikan rindu kau katakan sayangmu tak pernah berubah masih sama dari pertama kau jatuh hati padaku aku diam cuma bisa diam karena baru hari lalu aku menjatuhkan hatiku    pada dia yang membuatku nyaman 2016, Desember