Langsung ke konten utama

Postingan

hujan dan seorang pria

ini hanya hujan hanya titik air yang jatuh bersamaan keriangan suara alam walau kadang menyakitkan aku sudah terlanjur jatuh hati tak akan ku dustai diri aku sering bersedih bersama hujan dan hujan tak pernah menyalahkanku hujanlah yang berbaik hati cepat-cepat menggantikan airmataku dengan airnya biar tak banyak mata melihat tangisku biar tenang hati mereka menikmati senyumku aku rindu hujan rindu serbuan ribuan titik air yang menusuk kulitku yang membasahi rambutku aku rindu hujan yang tak pernah ragu membuatku selalu merindukannya seperti sore ini hujan telah bersungguh-sungguh menepati janjinya menjamahku, membuatku basah tapi kali ini airmataku tak keluar aku tak boleh lagi bersedih bahkan pada kehilangan sepedih apa pun semoga riuhnya hujan, mampu menyuarakan rinduku kepadanya kepada seorang pria yang bertambah usia kepada pria yang dewasa kepada pria yang telah membuatku menjadi masa lalu di hidupnya saat ini agatha 151116

bukan (hanya) jadi pelarian (saja)

sudah lama aku tau tentangmu sudah lama juga kau memperhatikanku tapi kita merajut kisah dengan mereka kau dengan kekasihmu aku dengan kekasihku hingga kita bertemu dalam satu kesempatan di satu Kamis malam kala itu berbagi cerita dan tanya kemudian di hari berikutnya kita saling bertanya kabar lebih sering berbagi cerita membuat janji untuk bertemu dan melewati satu hari bersama lalu entah bagaimana ada getar cemburu yang meski pun hanya sepercik namun mampu membakar nyaman yang kau berikan rindu yang kau rasakan pantaskah kita saling menikmati perasaan yang tak kita tau dari mana asalnya salahkah jika kita masih terikat dengan mereka haruskah kita tinggalkan mereka sungguh aku tak ingin meninggalkan dia hanya untuk bisa bersamamu dan ku rasa kau tak akan tega melepasnya untuk bisa bersanding denganku bisakah kau menjelaskan, aku harus bagaimana kita harus seperti apa sungguh, aku telah terjatuh jatuh pada hatimu yang juga menyimpan cinta untuk...

aku bertanya

kepada seorang pria, aku bertanya dalam segala bentuk tanda tanya berartikah aku kini di hidupmu atau sedikit saja menjadi penting ketika kau terbakar cemburu pada bekas kekasihku atau kau tak begitu suka aku dekat teman priamu sungguh, di manakah posisiku kini hanya teman, tapi kau selalu bertanya kabar cuma teman, tapi kau begitu perhatian lalu ku anggap siapa kau sekarang teman saja, tapi aku selalu merindukanmu begini saja, tapi kita begitu nyaman menikmati waktu berjalan atau aku yang terlampau berani membuka hati untuk kawan lama yang entah kemana saja dulu kita terpisah kisah atau kau yang tak berani men"status"kan aku dan kamu menjadi kita dalam sepi malam ini, aku masih bertanya agatha:031016

kali pertama

aku tak pernah menangis saat bersamamu karena kau begitu sering membuatku tertawa sampai aku lupa, ada hati yang tersakiti ada seseorang yang juga ingin tertawa karenamu dan saat kau kembali dengannya, atau saat kau sedang membuatnya tertawa mungkin itulah kali pertama aku akan menangis tanpa kau tau agatha:080916

Awan Senja

Berarak kenangan - kenanganku berlalu Tak lagi menangis kini bersua senja Sore tak mampu membuatku kembali pilu Ketika rindu yang dulu tak kunjung mereda Kini,  aku selalu bahagia menanti senja Yang datang dengan gumpalan awan keemasan Hadir ketika rindu butuh pelukan Ada di saat lelah ingin bersandar Awan senja, Pelengkap ketika malam menyapa Teman di kala diri bercerita Tentang fajar, tentang siang Tentang hari yang dilewati Awan senja, Tetaplah menyala dalam jingga kemilau

Kau Tau Harus Kemana

kau pernah menjadi segalanya bagiku dulu aku pernah memberikan segalanya padamu dulu cukup kita saja yang tau dan udara-udara yang pernah menghembusi kita memberikan nafas dalam desah-desah kenikmatan jika kau merindukanku kau tau kemana kau harus berdiam

Hujan, Secangkir Kopi Hitam, dan Piebis Pemberianmu

Senin, di akhir September Senyummu begitu menggoda memoriku Membuatnya kembali merangkum kenangan Dakam setitik rindu yang sudah tak begitu menggebu Ku nikmati saja senyummu yang manis Meski pun tak mampu terpecah tangis Merasakan kembali perih kehilangan Terluka harus melepasmu Dan sore ini, langit menurunkan hujan Derasnya mampu menyamarkan kegalauan Secangkir kopi hitam, tak lebih pahit Ketika aku harus melihat senyum bahagia bersama kekasihmu Dalam sebuah potret kemesraan yang begitu mengusik logikaku Mungkin kau lupa pernah memberiku piebis yang manis Yang hingga sekarang masih bisa aku sisakan Sekedar untuk mengingatkanku, Kau pernah menjadi milikku Sore ini aku ditemani hujan,secangkir kopi hitam,     piebis pemberianmu, dan kenangan saat aku milikmu yang pernah menjadi milikmu,    Agatha