Langsung ke konten utama

Postingan

Perempuan Pujaan

mungkin karena merindukanmu atau mungkin karena terlalu merindukanmu aku hanya diam atau berdiam dalam diam aku merindukanmu dalam diam terlalu merindukanmu dalam keterdiaman sedang kau, bisa saja dengan yang lain dengan lelaki yang tak hanya diam dalam diamku, aku mengkhawatirkanmu dalam diamku, aku mendoakanmu dalam tawamu, mereka menggodamu dalam tawamu, mereka hanya ingin mencumbumu semoga kau tau, mengapa aku diam aku terlalu takut menyentuhmu takut menyakitimu dan dalam diamlah, aku bisa leluasa mencintaimu perempuan pujaanku

bahagia pun butuh perjuangan

Jika kau pikir aku menyerah,      kau salah Aku hanya berjuang untuk bahagia,      meski harus melepaskan dia Memang sulit berjalan sendiri,      harus ku paksakan Tapi tak akan ku biarkan dia di sini,      bersamaku      jika itu bukan kehendakNya Cinta memang harus diperjuangkan,      namun bukan dengan keegoisan ara, 210416

demi bahagiamu

Hidup memiliki banyak pilihan Dan pilihanku saat ini,      adalah membiarkan kau bahagia      meski pun tidak denganku Walau aku harus menangis      di setiap malam – malamku Walau ada bagian di hatiku,      yang begitu perih melepasmu Jika di sana ada bahagiamu,      kejarlah Doakan saja, aku juga mengejar bahagiaku      meski pun tidak denganmu Saat kita berdua telah bahagia,      meski tak bersama      maka syukurilah, kita pernah bertemu      kita pernah hebat di saat lalu ara, 210416

aku tunggu kabarmu

aku menunggu suaramu di sudut telingaku meski pun jauh di sana tapi terdengar dekat lewat telepon aku menanti obrolan seru denganmu  tanpa harus aku yang lebih dulu memulai tak harus aku dulu yang mengirim pesan entahlah berbagi cerita denganmu membuatku lebih bersemangat kau menciptakan dunia kita sendiri yang hanya ada aku dan kamu kau menciptakan zona kita sendiri yang cuma untuk kamu dan aku aku merindukanmu dalam tawa dan canda aku tunggu kabarmu

Lelaki yang Meminta Maaf

Lelaki datang membawa sebungkus maaf Maaf yang tak pernah dimengerti perempuan Kesalahan apa yang telah diciptakan Hingga merendah penuh penyesalan Perempuan tak menahu Perempuan mencari tau Lelaki hanya meminta maaf kepada perempuan Ada rahasia yang disembunyikan dari perempuan Maafnya menggantung menanti penjelasan Perempuan masih bertanya di lubuk hati,      kesalahan apa hingga maaf lelaki terdengar sendu Keduanya diam dalam bisu Dan bisu yang menyimpan segalanya

Jumat, malam ini

Aku menaburkan daun teh kering di satu – satunya gelas yang aku punya Menuangkan air yang tak begitu panas, kemudian Mengambil batang rokok terakhir dan menyulutnya Menikmati nikotin yang lama tak berjumpa dengan penatku Jarimu berlalu menjelajah hidungku dan bermain lama di bibirku Memaksa nafsuku yang memuncak, tertahan Tubuhmu merapat mendekap mengeratkan pelukan Tanganmu mengusap punggungku, beriring dengan kecupan dan desahanmu di telingaku Kepulan asap dari mulutku membaur tak jelas ke udara Nafasku tertahan, menahan nafsuku Kecupanmu begitu menggoda, menantang bibirku Kau tenggelamkan birahiku dalam kenikmatan dunia Yang hanya ingin ku dapat dari kejantananmu Biarkan peluhku mengurai bersama engahan nafas Dan akan ku biarkan lelahmu berbaring di sampingku Apalagi yang bisa kita nikmati saat ini Rokok terakhir tak bersisa Aku sudah bahagia, meski hanya bisa memelukmu Tertidur dalam lelap di pelukanmu Kemudian, kita terpejam hingga pag...