Langsung ke konten utama

Postingan

hujatan cinta

teruskan saja menghujatku yang kau hujatkan adalah kebencian yang terbungkus cinta kau tak menyadari bahwa cintamu terlalu dalam tapi memaksakan kau tak bisa memiliki cintaku dan kau hujani aku dengan makian semakin kau menghujatku semakin mereka akan tau siapa yang pantas dicintai dan siapa yang harus mencintai meski sampai mati

kerinduan yang terhalang tulang rusuk jodoh

benang kerinduan mulai terajut di antara deraian hujan di temani cengkrama dua sejoli yang pernah saling mencinta di dulu yang telah lama berlalu rajut kerinduan mulai terbentuk di sela waktu siang dan sore terpasung janji saling berbagi yang akan ditepati untuk ini kali bentuk kerinduan mulai berwujud meski tak rapi tetap telah terbentuk meski tak seindah cerita yang terlewat kerinduan dua hati yang pernah saling memuja pernah, hanya pernah sepasang hati itu telah memisah mengaitkan diri kepada tulang rusuk jodoh kerinduan pun hanya berbatas kerinduan tiada lebih dari kerinduan meski naluri memberontak untuk saling mencumbu tapi tiada daya pun untuk sekedar saling mengecup

janji (yang terdengar) MANIS

dan lalu pun menghilang meninggalkan janji (yang entah berapa banyak) tak tertepati aku tak akan menanti pun untuk kali nanti kesempatan hanya kemaren saat kau merajuk belas kasihku ku berikan mudah tapi kau siakan pula jadi percuma mengharap saat tak bisa memberi harapan percuma meminta saat tersisa bualan aku bosan mencumbu mulut manismu yang berkoar sumpah sampah busuk nikmati saja kepuasanmu dan akan aku nikmati hari tanpa rayuanmu

pulang

kakiku terus melangkah mengejar bayangan itu semakin cepat aku berjalan semakin lalu pula bayangan itu aku hampir mendapatinya hampir kena harusnya tadi langsung aku pegang jubahnya ku tarik biar aku tau rautnya aku berlari dan bayangan itu lebih cepat lagi menghindar aku berpikir, apa mau bayangan ini menghindariku.. atau malah ingin mengajakku.. bayangan itu menuju suatu tempat di ujung sana tempat yang tak terlihat jelas karena kilauan cahaya yang menyinarinya bukan matahari karena ini bukan siang dan saat langkah bayangan itu hampir mancapai tujuannya dia menoleh ke arahku memperlambat langkahnya aku hentikan langkahku dan bayangan itu berjalan mundur sambil tetap melihatku dengan tersenyum senyum yang aku hafal karena itu senyumku bayangan itu seperti aku bukan ! bukan seperti, tapi memang aku dan apa ini ?? mengapa aku ada di sana kenapa aku tergeletak dengan banyak darah di tubuhku bayangan itu berdiri di dekat aku yang lain yang ada di sana...

wajah lampau

menggila.. wajah-wajah itu mengitari lamunanku menyiksa relung batin dengan rindu menggebu memadu.. antara kesepianku dengan khayalanku aku mencoba mengais nyata memadankan pikiran dan perasaan dan akhirnya.. yang ku temui hanya bayang masa lalu pilu

bidadari

mengapa engkau pergi di mana engkau kini ke mana kami mencari peri kecil kami, telah menjadi bidadari tak terasa telah dewasa tapi jangan pernah pergi tinggalkan kami kembalilah bidadari kami engkau kuat, kami tau itu tapi tiada arti engkau sendiri pulanglah bidadari kami menanti di setiap detik berganti buat adekku, etta

mana yang nyata ??

rasanya sesak entah karena apa aku tak pernah memahami hidup bahkan hidupku sendiri aku tak tau kemana aku harus melangkah yang aku lihat fatamorgana aku kesepian di tengah dunia yang gempita aku sendirian di keramaian semesta kadang aku berpikir adakah diriku hanya fana gbs15813