Langsung ke konten utama

Postingan

untitled

hembusan itu. . . masih aku hapal aromanya wangi rumput basah bercampur dengan embun pagi ditambah tangguhnya air sungai yang gemulai memecah batuan hitam ekstra semburat oranye matahari mencuat di antara pegunungan yang menghadang pandang rasanya masih sama membelai lembut, menyentuh mesra seolah mengecup tubuh hembusan itu. . . aku rindu merasakan hembusan itu bersamamu ingin sekali lagi berbagi hembusan itu bersamamu meski hanya sesaat ahh. . . seperti bermimpi saja kau mungkin bisa melihatku menikmati hembusan itu tapi aku tak pernah tau apakah kau ada di sampingku atau tidak saat merasakan hembusan itu karena kau fana dan aku nyata yang tak mungkin disatukan dipaksa pun tak akan bisa kita berbeda

selesai

jangan pikir segala yang kamu perbuat itu benar jangan merasa semua yang kamu lakukan itu tepat dan jangan menganggap aku mau menuruti segala hal yang kamu anggap benar dan tepat karena kamu bukan nyawaku karena kamu tidak menjadi ragaku selesai !!

saya tidak suka mereka

saya tidak suka dengan mereka mereka yang merasa berkuasa atas kamu mereka yang mengaku bertanggung jawab atas kamu teladan macam apa mereka yang memberikan kamu ke orang lain entah apa alasannya saya memang tidak punya hak untuk menyidang mereka tapi saya tidak pernah bisa terima perlakuan mereka mereka pikir mereka siapa mereka punya adat yang aneh mereka itu tidak pantas mereka itu... sudahlah... saya hanya ingin mengatakan itu mengungkapkan apa yang ada di hati dan pikiran saya bahwa sampai kapan pun saya tidak akan pernah respek dengan mereka apa pun penjelasan yang kamu katakan pada saya terimakasih

ketakutan

lautan itu memang dalam, tapi aku masih bisa menjamah dasarnya sedangkan hatimu, tak pernah aku taui seberapa dalamnya kesungguhan cintamu padaku luasnya samudra bisa aku jelajahi, tapi tetap saja tak bisa aku menjelajah seberapa luas tanggung jawabmu atas kepercayaan yang aku berikan aku tak pernah tau apakah kau benar-benar tulus menyayangiku apakah aku berarti di hidupmu apakah kau yakin pilihanmu itu memang aku aku takut, aku hanya tempat persinggahan yang sesaat menjagamu dalam lelah bukan tempat kau labuhkan hidupmu selamanya masih saja aku tak tau agha sanusi.090812

tamu undangan

aku menatapmu pilu sungguh, aku ingin kembali mendekapmu bukan untuk mengajakmu berkomitmen aku hanya ingin melakukan itu hanya ingin mendekapmu memelukmu dan aku akan mencium wangi mawar di rambutmu aku hanya ingin memelukmu tidak lebih dari itu aku merindukanmu dan aku, masih saja menatapmu pilu karena aku masih saja tak mampu memelukmu mendekapmu aku hanya bisa berdiam berdiri di atas pelaminan bersama mempelaiku dan kau.. kau hanya tamu undangan yang menatapku dengan senyum kepedihan

dulu dan sekarang

aku pernah mencintaimu (dulu) aku pernah menyerahkan segala yang aku punya untukmu (dulu) aku pernah mempertaruhkan hidupku untuk melindungi ragamu (dulu) pernah aku lakukan semua itu (dulu) tapi tidak (sekarang) tidak ada lagi cinta (sekarang) tidak ada lagi persembahan untuk yang tercinta (sekarang) tidak ada lagi pengorbanan jiwa (sekarang) kamu berarti di hidupku dulu kamu penyesalan di hidupku sekarang aku mau terus maju aku mau lupakan kamu yang gag lebih dari sekedar sel kanker yang merusak, menggerogoti ragaku sekarang, silahkan jadi benalu untuk para lelaki itu parasit !!